Negara dengan Pembatasan Game Online yang Ketat

Game online telah menjadi hiburan yang populer di berbagai negara. Pemain dapat bertemu dengan orang lain, membentuk tim, mengikuti pertandingan, dan menikmati berbagai jenis permainan melalui internet.

Namun, tidak semua negara memberikan kebebasan yang sama terhadap industri game. Beberapa pemerintah menerapkan aturan ketat terhadap waktu bermain, usia pemain, konten game, hingga akses terhadap permainan tertentu. Aturan tersebut biasanya berkaitan dengan perlindungan anak, regulasi konten, keamanan, atau kebijakan internet.

China

China menjadi salah satu contoh negara yang menerapkan aturan ketat terhadap game online rajazeus , terutama bagi anak di bawah umur. Namun, China tidak melarang peredaran game online secara keseluruhan.

Aturan National Press and Publication Administration (NPPA) membatasi layanan game online untuk pengguna di bawah 18 tahun pada waktu tertentu. Aturan 2021 menetapkan bahwa perusahaan game hanya boleh menyediakan layanan kepada anak di bawah umur selama satu jam, pukul 20.00–21.00, pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur resmi. Sistem game juga menerapkan persyaratan identitas asli.

Selain itu, game online harus mendapatkan persetujuan sesuai aturan yang berlaku sebelum dapat beroperasi secara resmi. Pemerintah juga mewajibkan penyedia layanan menerapkan berbagai perlindungan bagi pengguna di bawah umur.

Korea Utara

Kondisi di Korea Utara berbeda dengan China. Masyarakat umum tidak menikmati akses bebas terhadap internet global seperti yang tersedia di banyak negara lain.

Karena akses internet sangat terbatas, masyarakat juga memiliki keterbatasan untuk menggunakan berbagai layanan digital internasional, termasuk platform dan game online global. Kondisi ini membuat pengalaman bermain game online berbeda dibandingkan negara dengan akses internet terbuka.

Iran

Iran juga menerapkan pengawasan terhadap dunia digital dan video game. Pemerintah dapat membatasi game atau layanan tertentu berdasarkan aturan yang berlaku di negara tersebut.

Artinya, pembatasan tidak selalu berbentuk larangan terhadap seluruh game online. Sebuah game tertentu dapat menghadapi pembatasan sementara game lainnya tetap tersedia.

Mengapa Negara Membatasi Game Online?

Setiap negara mempunyai alasan dan aturan yang berbeda. Perlindungan anak menjadi salah satu alasan yang sering muncul dalam kebijakan game online.

China, misalnya, secara resmi mengatur sistem perlindungan anak di layanan digital. Aturannya mencakup manajemen waktu, pembatasan fungsi dan konsumsi, verifikasi identitas, serta upaya mencegah penggunaan game secara berlebihan oleh anak.

Selain perlindungan anak, sebuah negara dapat mengatur game berdasarkan isi permainan, sistem transaksi, perizinan penerbit, atau kebijakan internet yang lebih luas.

Apakah Pembatasan Berarti Game Online Dilarang?

Pembatasan dan pelarangan merupakan dua hal yang berbeda. Jika pemerintah membatasi waktu bermain anak, hal tersebut tidak berarti pemerintah melarang seluruh masyarakat bermain game online.

Begitu juga ketika pemerintah memblokir satu permainan. Kebijakan tersebut tidak otomatis berarti semua game online dilarang.

Karena itu, kita perlu melihat aturan setiap negara secara khusus sebelum menyebut suatu negara melarang game online.

Kesimpulan

Beberapa negara menerapkan aturan yang cukup ketat terhadap game online. China memiliki sistem khusus untuk membatasi akses anak di bawah umur, sementara negara dengan akses internet yang sangat terbatas secara otomatis juga membatasi masyarakat dalam mengakses game online global.

Peraturan tersebut menunjukkan bahwa setiap negara memiliki pendekatan berbeda terhadap perkembangan game. Ada yang berfokus pada perlindungan anak, pengawasan konten, perizinan, atau pengaturan akses internet.

Baca Lainnya : Menganalisis Perilaku Pemain Menggunakan Tool Heatmap